makalah manajemen bisnis ( tugas)
PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk.

Sejarah
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
PT
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. merupakan salah satu perusahaan mie instant dan
makanan olahan terkemuka di Indonesia yang menjadi salah satu cabang perusahaan
yang dimiliki oleh Salim Group.
PT
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Cabang Bandung didirikan pada bulan Mei 1992
dengan nama PT Karya Pangan Inti Sejati yang merupakan salah satu cabang dari PT Sanmaru Food Manufcturing
Company Ltd. yang berpusat di Jakarta dan mulai beroperasi
pada bulan Oktober 1992. Pada tahun 1994, terjadi penggabungan beberapa anak
perusahaan yang berada di lingkup Indofood Group, sehingga mengubah namanya
menjadi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. yang khusus bergerak
dalam bidang pengolahan mie instan.
Standarisasi
yang berlaku di semua pabrik tersebut telah disertifikasi oleh SGS melalui
sertifikasi International Standard Operation (ISO) termasuk PT Indofood
CBP Sukses Makmur Tbk. Selain itu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. juga
memiliki Sertifikat Hazard Analysis
Critical Control Point (HACCP) dan Sertifikat halal yang berlaku untuk
semua produk internasional. Pada 21 Maret 1998 PT Indofood CBP Sukses Makmur
Tbk. memperoleh sertifikat manajemen mutu ISO versi 9001 yang diserahkan di
Jakarta pada 3 Maret 1999. Kemudian pada 5 Februari 2004 PT Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk. diperoleh sertifikasi ISO 9001:2000 (ISO 9001 versi 2000) dari
badan akreditasi SGS International of Indonesia. Hal ini ditunjukan
melalui slogan yang terdapat pada logo Indofood “The Symbol of Quality Foods” atau “Lambang Makanan Bermutu”
yang mengandung konsekuensi hanya produk bermutulah yang dihasilkan. Produk
bermutu tidak hanya dibuat dari bahan baku pilihan, tetapi diproses secara
higienis dan memenuhi unsur kandungan gizi dan halal.
Visi dan Misi PT Indofood CBP
Sukses Makmur Tbk.
Visi dan misi yang
ditunjukan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. adalah realistik, spesifik,
dan meyakinkan yang merupakan penggambaran citra, nilai, arah dan tujuan untuk
masa depan perusahaan.
Visi
:“Menjadi perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan produk
bermutu, berkualitas, aman untuk dikonsumsi dan menjadi pemimpin di industri
makanan”.
Misi
:“Menjadi perusahaan transnasional
yang dapat membawa nama Indonesia di bidang industri makanan”.
Tujuan
didirikannya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Bandung
:
1.
Memperluas bidang usaha secara terus
menerus melalui bidang usaha internal maupun pengembangan usaha strategis.
2.
Mengurangi biaya transportasi.
3.
Selalu meningkatkan kesejahteraan
karyawan.
4.
Mensuplai daerah lain yang selalu
kekurangan persediaan barang.
5.
Berperan serta dalam pelestarian
lingkungan hidup dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kultur
perusahaan ini dikenal dengan nama “CONSISTENT”
(Consumer, Innovation, Staff, Excellence, and Team Work). Sumber
kekuatan dalam menghadapi tantangan ini bisa dilihat dari sisi konsumen,
inovasi, karyawan, keunggulan produk dan kerjasama tim. Maksud dari akronim “CONSISTENT” adalah keberhasilan
perusahaan tergantung kepada kepuasan pelanggan, inovasi merupakan kunci
pertumbuhan di masa depan, staff yang handal merupakan aset terbesar
perusahaan, kesempurnaan adalah pandangan hidup perusahaan, dan kerjasama tim
menjadikan perusahaan ini sebagai pemenang.
Produk yang
dihasilkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. divisi mi instan terdiri dari 2
kelompok besar yaitu :
1. Bag Noodle, yaitu mie
instan dalam kemasan bungkus; dan
2. Mie Telor, yaitu mi yang
dalam proses pembuatannya tidak digoreng melainkan dikeringkan.
Produk yang dihasilkan
sumber : PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.2011
sumber : PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.2011
|
NO
|
PRODUCT
|
JUMLAH VARIAN RASA
|
|
1
|
Indomie
|
8
|
|
2
|
Indomie Special
|
2
|
|
3
|
Indomie Vegan
|
2
|
|
4
|
Indomie Regional Flavor
|
11
|
|
5
|
Indomie Kriuk
|
3
|
|
6
|
Indomie Jumbo
|
2
|
|
7
|
Indomie SQN
|
6
|
|
8
|
Indomie Paket
|
4
|
|
9
|
Indomie Reguler
|
4
|
|
10
|
Indomie Sedaaap
|
3
|
|
11
|
Supermi Go Series
|
3
|
|
12
|
Sarimi
|
6
|
|
13
|
Sarimi Extra Besar
|
1
|
|
14
|
Sakura
|
6
|
|
15
|
Intermi
|
1
|
|
16
|
POP Mie
|
14
|
|
17
|
Mie Telor
|
2
|
|
18
|
Anak Mas
|
2
|
|
19
|
POP Bihun Special
|
4
|
Struktur PT Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk.
Struktur Organisasi
perusahaan merupakan gambaran dari tanggung jawab perusahaan, tugas dan
kewajiban serta kekuasaan yang ada pada perusahaan dalam rangka memberi isi dan
arah terhadap perusahaan, untuk memudahkan personil dalam melaksanakan
aktivitasnya mencapai tujuan akhir yang telah ditentukan.
Bentuk
struktur organisasi yang digunakan di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. adalah
struktur organisasi garis dan staf. Dalam organisasi ini terdapat dua kelompok
orang-orang yang berpengaruh dalam menjalani organisasi, yaitu:
1.
orang yang melaksanakan tugas pokok
organisasi dalam rangka pencapaian tujuan, yang digambarkan dengan garis,
dimana bawahan hanya mengenal satu atasan sebagai sumber kewenangan yang
memberikan komando dan hubungan antara atasan dan bawahan bersifat langsung
melalui garis wewenang
2.
orang yang melaksanakan tugasnya berdasarkan
keahlian yang dimiliknya, orang ini berfungsi untuk memberikan saran-saran
kepada unit operasional, karyawan ini di sebut staf.
Struktur Organisasi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Cabang
Bandung

Kedudukan
tertinggi di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. seorang Manajer Umum (General
Manager) dan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Sekertaris Manajer,
Manajer Umum ini membawahi:
1.
Manajer Pabrik (Factory Manager)
2.
BPDQC (Branch Process Development and
Quality Control)
3.
Manajer Keuangan (Finance and
Accounting Manager)
4.
Manajer Pemasaran (Area Sales and Promotion
Manager)
5.
Manajer Personalia (Branch Personnel
Manager)
6.
Purchasing
Officer.
Manajer Pabrik (Factory
Manager) membawahi:
1.
Supervisor Produksi (Production
Supervisor)
2.
Manajer Teknik (Technical Manager)
3.
Manajer Gudang (Warehouse Manager)
4.
Supervisor PPIC (Production Planning
and Inventory Control).
Manajer Pengembangan dan Pengawasan
Mutu Produk (Branch Process Development and Quality Control Manager)
membawahi:
1.
Supervisor Pengawasan Mutu Proses (Quality
Control Process Supervisor)
2.
Supervisor Pengawasan Mutu Bahan Baku/ Produk
Jadi (Quality Control Raw Material/ Finished Gd Supervisor).
Manajer Keuangan (Finance and
Accounting Manager) membawahi:
1.
Supervisor Keuangan (Finance Supervisor)
2.
Supervisor Pengontrol Pembiayaan (Cots
Control Supervisor)
3.
Supervisor Akunting (Accounting Supervisor).
Manajer Personalia (Branch
Personnel Manager) membawahi:
1.
Supervisor Hubungan Industri (Industrial
Relations Supervisor)
2.
Supervisor Administrasi dan Gaji (Administration
and Wages Supervisor)
3.
Supervisor Jasa dan Layanan Umum (General
Affair and Service Supervisor)
4.
Supervisor Keamanan (Security Supervisor)
5.
Supervisor Hubungan Publik (Pubic Relations
Supervisor).
Manajer Pemasaran (Area Sales
Promotion Manager) terbagi kedalam 2 wilayah yang membawahi ASPS (Area
Sales Promotion)
Job Deskription
Pembagian tugas dan
tanggung jawab dari masing-masing bagian dalam struktur organisasi sesuai dengan
fungsinya yaitu sebagai berikut:
1.
Manajer Umum (General Manager)
Manejer utama
mempunyai wewenang tertinggi perusahaan yang bertanggung jawab atas
berlangsungnya segala kegiatan perusahaan meliputi memimpin mengatur,
membimbing dan mengarahkan organisasi perusahaan, dimana kegiatan tersebut
untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam menghasilkan produk-produk
berkualitas dengan jaminan sistem mutu yang selalu terjaga dan dilaksanakan
secara konsisten.
2.
Manajer Pabrik (Factory Manager)
Manajer pabrik
bertugas dan bertanggung jawab dalam mengatur dan mengawasi kegiatan yang
berhubungan dengan produksi dan mengambil tindakan untuk kelancaran jalannya
proses produksi. Selain itu manajer pabrik memiliki tugas dan tanggung jawab:
(1) Merencanakan, mengkoordinasi, mengarahkan dan mengendalikan kegiatan manufacturing
yang meliputi PPIC, produksi,
teknik purchasing dan gudang untuk memperlancar proses pencapaian sasaran
perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang. (2) meningkatkan usaha dalam
bidang peningkatan mutu produk, produktifitas kerja dan pengendalian biaya
operasional secara kontinu. (3) Mengatur dan mengendalikan proses manufacturing
sesuai dengan standar yang ditentukan.
a. Supervisor Produksi (Production
Supervisor)
Supervisor produksi
bertugas menyempurnakan organisasi, prosedur dan sistem kerja guna pencapaian
kondisi kerja yang mantap, sehat dan aman dalam semua aspek. Menyediakan
kebutuhan sarana dan fasilitas kerja sesuai dengan persyaratan.
b. Manajer Teknik (Manager
Technical)
Manajer teknik
bertugas merencanakan, mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan teknik
sehingga dapat menjamin kelancaran operasional mesin produksi dan sarana
penunjang. Membuat perencanaan kerja yang diselaraskan dengan tujuan manajemen
khususnya dalam kegiatan yang menyangkut teknik. Menjaga pelakanaan perawatan
dan perbaikan mesin.
c. Manajer Gudang (Warehouse
Manager)
Manajer gudang
bertugas merencanakan dan mengendalikan kegiatan pergudangan sehingga tercapai
tujuan utamanya, diantaranya: keamanan, keakurasian jumlah dan kebutuhan barang
yang dikelola, dengan melaksanakan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan
manajemen. Menerapkan prosedur kerja, termasuk syarat-syarat, keselamatan dan
kesehatan kerja (K3) untuk menjaga dan memelihara semua aset perusahaan berupa
aset tetap atau aset tidak tetap. Menjaga kelancaran dan pelaksanaan semua
kegiatan arus transaksi barang melalui penentuan tata letak gudang serta
penunjang tenaga pelaksana, agar tercapai pemanfaatan fasilitas dan
optimalisasi tenaga kerja.
d. Supervisor PPIC
Supervisor ini
bertugas merencanakan jadwal produksi dan mengendalikan pengadaan bahan baku (Raw
Material)/RM dan barang jadi (Finish Good)/FG. Merencanakan
kedatangan RM untuk menunjang kelancaran proses produksi sesuai jadwal yang
telah dibuat. Membuat jadwal produksi berdasarkan Confirmed Weekly Order (CWO)
yang diterima. Memantau tingkat persediaan dari gudang RM maupun FG sehingga
standard an persediaan penyangga tetap terjaga.
3.
Manajer Pengembangan dan Pengawasan Mutu Produk (Branch Process Development
and Quality Control Manager)
Manajer PDQC
bertugas dan bertanggung jawab dalam memeriksa bahan baku, bahan tambahan,
produk jadi, dan bahan pengemas. Mengawasi analisa kualitas produksi,
bertanggung jawab atas kelengkapan laboratorium untuk analisa dan pengembangan
produk. Selain itu BPDQC bertugas dan bertanggung jawab:
(1) Mengendalikan
semua kegiatan departemen PDQC dalam aspek proses pengendalian mutu untuk
menjamin kelangsungan aktifitas perusahaan.
(2) Bertanggung
jawab terhadap pelaksanaan GLP dan Kalibrasi di laboratorium serta GNP dan
HACCP diproses produksi.
(3) Mengendalikan
semua kegiatan pengendalian mutu pada proses awal pengawasan mutu dan hasil
pengawasan serta pengembangan produk.
(4)
Mengatur dan merencanakan kerja,
kebutuhan kerja tenaga kerja, alat bantu dan fasilitas kerja selama masih dalam
batas-batas standar baku yang diselaraskan dengan rencana manajemen.
(5) Menilai/mengevaluasi kerja staff
departemen PDQC.
a. Supervisor Pengawasan Mutu Proses
(Quality Control Process Supervisor)
Supervisor
pengawasan mutu proses bertugas membantu BPDQC dalam hal sistem pengendalian
mutu proses produksi. Memantau & mengendalikan kualitas proses produksi dan
produk jadi, sesuai standar mutu yang ditetapkan. Memantau pekerjaan QC Process
Section Spv & bagian administrasi. Melakukan perbaikan mutu dan cost
reduction serta penangan terhadap complaint produk. Menyediakan
bahan kimia dan cost peralatan untuk kebutuhan analisis.
b. Supervisor Pengawasan Mutu Bahan
Baku/Produk Jadi (Quality Control Raw Material/ Finished Gd Supervisor)
Supervisor
pengawasan mutu bahan baku/produk jadi bertugas membantu BPDQC dalam dalam hal
pengendalian mutu RM & FG serta pengembangan proses produksi. Melakukan
pengawasan secara langsung terhadap proses Incoming Quality Control (IQC),
Outgoing Quality Control (OQC) yang meliputi koordinasi tugas QC Field
RM & FG serta pelaksanaan penerbitan hasil analisa IQC dan OQC sehingga
aktivitas kerja bisa berjalan lancar. Melakukan koordinasi tugas IQ RM &
FG, OQC RM & FG serta mengembangkan proses. Menjaga kelancaran tugas
penerimaan RM/FG dan OQC RM/FG. Mengawasi pelaksaan GMP HACCP dan SOP pada
pergudangan. Mewakili BPDQC jika tidak ada. Memantau, mengevaluasi standar mutu
yang telah ditetapkan.
4.
Manajer
Keuangan (Finance and Accounting Manager)
Manajer keuangan
bertugas dan bertanggung jawab merencanakan, menyiapkan budget dan planning
(AOP) untuk menetukan tujuan yang harus dicapai. Memonitor kegiatan
operasional dalam hal aspek financial supaya sejalan dengan AOP.
Menandatangai bank instrument (Cheque, transfer bank) sesuai
dengan batasan yang ditetapkan perusahaan. Verifikasi setiap pengeluaran biaya
ataupun pembelian aset dan penggunaan dana lainnya sesuai dengan batasan yang
ditetapkan oleh perusaaan. Menetapkan pelaksanaan sistem dan prosedur yang
berkaitan dengan keuangan.
a. Supervisor Keuangan (Finance
Supervisor)
Supervisor keuangan
bertugas membantu FAM dalam menjalankan fungsi treasury & Controllership.
b. Supervisor Pengontrol Pembiayaan (Cost
Control Supervisor)
Supervisor pengontrol pembiayaan
bertugas memonitor project cost. Biasanya cost control tidak
menyusun budget karena budget sudah ditentukan di awal sebelum project
dimulai. Budget sudah disiapkan oleh perusahaan, dan tugas cost
controler adalah memonitor penggunaannya.
c. Supervisor Akunting (Accounting
Supervisor)
Supervisor akunting
bertugas melaksanakan tugas verifikasi dan kontrol untuk setiap pengeluaran.
Mengkoordinir setiap kegiatan pencatatan transaksi paerusahaan secara up to
date. Melaksanakan pembayaran pajak dan laporan pajak sesuai ketentuan
pemerintah.
5.
Manajer
Peronalia (Branch Personnel Manager)
Manajer personalia
memiliki fungsi merencanakan, mengkordinir, mengarahkan dan mengendalikan
kegiatan kepersonaliaan yang meliputi hubungan industrial, administrasi
kepegawaian.
keamanan,
kehumasan, dan pelayanan umum untuk mendukung proses pencapain tujuan
perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu manajer
personalia memiliki tugas dan tanggung jawab menciptakan hubungan industrial
yang harmonis untuk mencapai ketenangan industrial (ketenangan kerja dan
ketenangan usaha) dilingkungan perusahaan. Menyelenggarakan syarat-syarat dan
kondisi kerja dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban karyawan dan
administrasi kepegawaian secara tepat sebagai syarat untuk meningktkan
produktifitas kerja yang optimal. Memberikan dukungan dan pelayanan kepada
seluruh pihak agar dapat mencapai standar kerja secara optimal. Membuat analisa
pengembangan organisasi secara berkala dan secara aktif ikut mendukung
kegiatan-kegiatan pengembangan mutu/Total Quality Management (TQM).
Turut serta melaksanakan program HACCP (Hazard Analysis Critical Control
Point).
a. Supervisor Hubungan Industri (Industrial
Relations Supervisor)
Supervisor ini
bertugas membantu atasan dalam perencanaan, mengkoordinir dan melaksanakan
kegiatan hubungan industrial untuk mencapai tingkat ketenangan industrial yang
optimal.
b. Supervisor Administrasi dan Gaji (Administration
and Wages Supervisor)
Supervisor ini
bertugas membantu atasan dalam perencanaan, mengkoordinasi, dan melaksanakan
kegiatan administrasi kepegawaian dan pengupahan/jaminan sosial sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
c. Supervisor Jasa dan Layanan Umum (General
Affair and Service Supervisor)
Supervisor ini
bertugas membantu atasan dalam perencanaan, pengkoordinasian dan pelaksanaan
kegiatan pelayanan umum, pelayanan khusus dan perijinan perusahaan sesuai
ketentuan.
d. Supervisor Keamanan (Security
Supervisor)
Supervisor ini
bertugas membantu atasan dalam perencanaan, mengkoordinasi dan melaksanakan
kegiatan pengamanan, penertiban pabrik, lingkungan agar mencapai tingkat
ketenangan yang optimal.
e. Supervisor Hubungan Publik (Pubic
Relations Supervisor)
Supervisor ini
bertugas dalam menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik antara perusahaan
dengan publiknya. Hubungan baik dengan public ini ditujukan dalam rangka
menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan mendorong public untuk
berpartisipasi dalam menciptakan iklim pendapat atau opini yang menguntungkan
perusahaan.
6.
Manajer Pemasaran (Area Sales and Promotion Manager)
Manajer pemasaran memiliki
tugas dan tanggung jawab dalam mengkoordinir distribusi produk ke daerah
pemasaran, melakukan tugas penjualan dan permintaan produk, menyiapkan rencana
penjualan dan permintaan produk, merencanakan dan membuat rancangan promosi,
serta membuat rencana penjualan dan permintaan produk.
a. ASPS (Area Sales Promotion
Supervisor)
ASPS memiliki tugas dan tanggung
jawab sebagai berikut:
1) Time
Territorial Management (TTM) yaitu ASPS dapat mengelola area yang meliputi
tanggung jawabnya sesuai wilayah, mengetahui berapa besar pasar yang ada dan
menganalisa pasar potensial, mengetahui data mengenai jumlah populasi penduduk,
pendapatan perkapita seperti berapa kecamatan di area tersebut, dll. serta
mengelola sales person yang mencakup area tersebut.
2) Merchandising yaitu ASPS
bertanggung jawab untuk brand building seperti menganalisa daerah-daerah
tertentu apakah harus dipasang atau mengganti billboard, papan vinyl,
spanduk, dll. yang bergambar produk Indofood.
ASPS juga melakukan pemeriksaan produk-produk
yang ada di toko-toko dan menarik produk yang kadaluarsa.
3) Promotion,
yaitu kegiatan yang meliputi Trade Promo (melakukan promosi ke toko-toko
dengan memberikan potongan harga), Consumer Promo (melakukan demo
icip-icip, jualan produk perpaket, heboh desa), dan Sponsorship (menjadi
sponsor dalam acara atau event-event tertentu).
4) Goodwill yaitu
ASPS harus menjalin hubungan baik dengan distributor, toko-toko dan juga rekan
bisnis.
7. Purchasing Office
Purchasing memiliki
tugas dan wewenang dalam menetapkan dan memelihara prosedur pembelian untuk
mengendalikan aktifitas pembelian, mengesahkan dokumen pembelian sebelum
dokumen dikirim ke pemasok dan memilih serta mengevaluasi pemasok yang telah
ditetapkan.
Strategi
Pemasaran
PT Indofood CBP
Sukses Makmur Tbk. memiliki orientasi pasar, dimana produksi yang dilakukan
oleh perusahaan disesuaikan dengan permintaan pasar. Perusahaan selalu berusaha
memenuhi kebutuhan konsumen, baik dalam kuantitas maupun kualitas produk. Oleh
karena itu, perusahaan selalu mengembangkan inovasi guna memenuhi kepuasan
pelanggan, khususnya selera konsumen.
Strategi pemasaran
dipengaruhi oleh factor-faktor sebagai berikut:
1.
Factor mikro, yaitu perantara pemasaran,
pemasok, pesaing dan masyarakat.
2.
Faktor Makro, yaitu demografi atau ekonomi,
politik atau hokum, teknologi atau fisik dan social atau budaya.
Berikut ini hal-hal
yang perlu diperhatikan untuk pemasaran :
1.
Sudut pandang penjual
·
Tempat yang strategis (place)
·
Produk yang bermutu (Product)
·
Harga yang kompetitif (Price)
·
Promosi yang genjar (promotion)
2.
Sudut pandang konsumen
·
Kebutuhan dan keinginan konsumen (Customer need
and want’s)
·
Biaya konsumen (cost to the customer)
·
Kenyamanan (convenience)
·
Komunikasi (communication)
Karakteristik
perusahaan dalam melakukan kegiatan produksi yang dimiliki PT Indofood CBP
Sukses Makmur Tbk. yakni bersifat mass
production, yaitu jenis barang yang diproduksi relatif sedikit tetapi
dengan volume produksi yang besar, permintaan produk tetap/stabil demikian juga
desain produk jarang sekali berubah bentuk dalam jangka waktu pendek atau
menengah.
Disamping produksi
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. pun turut memperhatikan pemasaran produk
sehingga memungkinkan perusahaan untuk semakin berkembang. Berbgai cara
kegiatan promosi dilakukan, seperti advertising
(periklanan) baik itu di media cetak maupun media elektronik dan
papan-papan reklame. Sedangkan kegiatan sales
promotion meliputi pembagian hadiah baik secara langsung maupun
tidak langsung melalui undian-undian berhadiah.
Produk Indofood banyak
dipromosikan melalui:
·
Media elektronik dan cetak yang menarik
·
Papan billboard dijalan-jalan besar
·
Menjadi sponsor acara
·
Mengadakan ajang lomba membuat jingle untuk
indomie
Salah satu produk PT Indofood CBP
Sukses Makmur Tbk. Yang melakukan promosi besar-besaran dan berhasil terkenal
luas hingga mancanegara adalah indomie. Rasanya yang enak merupakan salah satu
daya tarik utama mengapa produk ini dapat dikenal luas. Indomie memiliki tad
line yang sangat sederhana namun sangat pas dan ringan untuk didengar dan
diingat oleh masyarakat yaitu, “ Indomie Seleraku “ sedangkan nama atau merk
indomie menjadi salah satu keberhasilan dari memilih nama produk sehingga
produk tersebut banyak dikenal khususnya oleh masyarakat Indonesia. Nama yang
singkat, sederhana namun unik, mudah diingat, menjadi beberapa factor dari
keberhasilan tersebut. Masyarakat Indonesia sendiri beranggapan bahwa nama atau
merk indomie berasal dari kepanjangan Indonesia-Me sehingga menimbulkan asumsi
bahwa indomie membawa jati diri bangsa.
Salah
satu promosi indomie yang cukup unik adalah dengan mengajak konsumen untuk
bercerita seputar pengalamannya bersama indomie. Cara ini juga tergolong cukup
sukses dilihat dari antusiasme masyarakat dalam mengirim cerita-ceritanya
tersebut dan dimuat dalam media elektronik yaitu iklan televise.
Mengapa indomie
dapat terkenal hingga mancanegara? Indomie secara tidak langsung terpromosikan
karena sering menjadi salah satu bantuan makanan untuk korban bencana alam baik
didalam negeri maupun diluar negeri. Banyak warga Negara Indonesia dinegara
lain yang sering membawa produk Indomie kenegara mereka tinggal sebagai salah
satu makanan instant favorit. Indomie kini bukan hanya dapat dijumpai di
Indonesia, tetapi juga di Amerika Serikat, Australia, berbagai Negara di Asia
Afrika bahkan diEropa.
Pemasaran
mi instan di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Bandung dibagi kedalam dua
wilayah pemasaran. Wilayah pemasaran I meliputi Bandung, Purwakarta, dan
Sukabumi. Sedangkan untuk wilayah pemasaran II meliputi Tasikmalaya, Garut,
Cirebon, dan Jati Barang.
Akhir tahun 1980,
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. mulai bergerak di pasar Internasional dengan
mengekspor mi instan ke beberapa negara ASEAN, Timur Tengah, Hongkong, Taiwan,
China, Belanda, Inggris, Jerman, Australia, dan negara-negara di Afrika.
Divisi mie instan
merupakan divisi terbesar di Indofood dan pabriknya tersebar di 15 kota,
diantaranya Medan, Pekanbaru, Palembang, Tangerang, Lampung, Pontianak, Manado,
Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Makasar, Cibitung, Jakarta, Bandung dan Jambi,
sedangkan cabang tanpa pabrik yaitu Solo, Bali dan Kendari. Hal ini bertujuan
agar produk yang dihasilkan cukup didistribusikan ke wilayah sekitar kota
dimana pabrik berada, sehingga produk dapat diterima oleh konsumen dalam keadaan
segar serta membantu program pemerintah melalui pemerataan tenaga kerja lokal.
KESIMPULAN
Dari
apa yang sudah dibahas diatas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, bahwa
pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi focus
kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan. Pemasaran yang
berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (
tidak hanya dibagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan sinergi
didalam upaya melakukan kegiatan pemasa
0 komentar:
Posting Komentar